Tarif Retribusi Sampah Naik, Warga Bekasi Mengeluh

Infobekasi.co.id – Warga perumahan di wilayah Bekasi mengeluh, meminta pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi mengkaji ulang kenaikan tarif retribusi sampah.

“Sekarang ini warga dipungut Rp15 ribu per rumah. Padahal sebelumnya Rp8 ribu dikelola pengurus RT, lalu disetorkan ke kolektor,” ujar pengurus RT 008/010 Mangunjaya, Tambun Selatan, Jaenudin.

Ketentuan naiknya rertibusi sampah itu disampaikan melalui surat ke para ketua RT dan RW yang ada di Kabupaten Bekasi, awal Januari 2024.

“Tiba-tiba naik dan masyarakat belum tentu mau,” tegas Jaenudin.

Melansir dari Antara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Syafri Doni Sirait mengatakan, saat ini rencana program tersebut sudah memasuki tahap sosialisasi yant sebelum diresmikan dalam waktu dekat. Kenaikan tarif tersebut dengan alasan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Doni menjelaskan besaran kenaikan tarif retribusi sampah sesuai Perda Nomor 8 tahun 2023, tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Kenaikan berlaku untuk seluruh masyarakat, baik sampah rumah tinggal hingga tempat usaha.

Klasifikasi kenaikan untuk rumah kontrakan ditetapkan Rp11.000 per bulan, rumah dengan daya listrik 900 watt ke bawah Rp15.000, serta rumah dengan daya listrik 1.300-2.200 watt Rp20.000 per bulan.

Sementara itu Juman, awak truk sampah mengatakan, pihaknya harus menyedikan uang Rp80 ribu saat masuk ke lokasi TPA Burangkeng, Setu.

Menurutnya, uang sebesar itu diperuntukan untuk yayasan Rp5 ribu, Karang TarunaRp 5 ribu, parkir masuk Rp5 ribu, air minumRp 5 ribu, timbangan tiap SabtuRp 10 ribu, keruk sampah Rp20 ribu, dan pungutan Desa Burangkeng Rp15 ribu.

“Uang itu diambil dari retribusi yang dipungut ke warga, tapi sekarang diambil alih UPTD,” jelas Juman.

Reporter: H.Saban

Editor: Deros

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini